3 Jan 2014

Mencontoh dari Tarbiyah Unggul Rasulullah

Rasulullah saw tidak mempunyai manhaj selain Al Qur’an. Baginda tidak mempunyai universitas, institut ataupun sekolah untuk mendidik selain mesjid. Murid-muridnya adalah Abu Bakar, Umar, Utsman, Ali dan sahabat-sahabat lainnya.

Dari madrasah itulah peradaban Islam bermula untuk mengubah dunia dengan manhajnya.

Adakah kita melihat sebuah madrasah yang lebih bersih dan lebih cerdas dari madrasah itu?

Satu kaum yang duduk di atas pasir. sekolahnya hanya dihamparkan oleh pelepah kurma dan mereka sering dibasahi oleh hujan sambil menunggu sesuatu yang turun dari langit.

Pembatasnya adalah iman manakala kesatuan hati menambah ikatan mereka. Mereka adalah para pengembala kambing tanpa alas kaki dan dengan pakaian yang bersahaja, namun mereka menjadi berwibawa dengan agama ini.

"Padahal kekuatan (kewibawaan) itu hanyalah milik Allah, RasulNya dan kaum Mukminin. Akan tetapi orang-orang munafik tidak mengetahuinya. " (QS Al Munaafiquun : 8 )

Dari madrasah itulah lahir orang yang :

1. Paling cerdas yang pernah dikenali oleh dunia.
2. Menjadi guru dunia dalam segala keutamaan dan ilmu pengetahuan.

Itulah madrasah yang :
1. Dicurahkan Rahmat kepadanya.
2. Dibacakan padanya ayat-ayat.
3. Bersinar di dalamnya cahaya RabbulAlamin.

Sehingga kemudiannya alumninya menjadi guru-guru kepada dunia.

Ada beberapa pertanyaan yang melekat di dalam pikiran kita tentang generasi yang ditarbiyah secara langsung oleh Rasulullah saw itu :
- Apa yang mereka mimpikan?
- Apa yang mereka fikirkan?
- Apa yang mereka inginkan?
- Seberapa jauh cita-cita kelompok yang berkumpul secara sembunyi-sembunyi itu dan bermunajat secara perlahan-perlahan?

Tidak ada yang mereka inginkan selain :
- Mengisi kepala-kepala manusia dengan akal yang baru.
- Menegakkan agama islam di muka bumi.
- Mengulangi pembangunan seluruh manusia.
- Menghubungkan antara langit dan bumi sambil mengatakan, "Kepada Mu kami mengabdi diri dan kepada Mu pula kami memohon pertolongan. "
- Memberi petunjuk kepada manusia dengan izin Rabb mereka kepada aturan baru dan kemanusiaan baru.
- Menghimpun hati manusia untuk menuju kepada Tuhan manusia.
- Memasukkan perasaan baru di hati manusia yang kemudiannya membentuk mereka menjadi umat terbaik yang dikeluarkan untuk manusia, sebagaimana yang dikehendaki oleh Rabb manusia.

Itu semua dilakukan dengan tarbiyah yang bertumpu kepada tiga tonggak yang dengannya mereka merealisasikan pengabdian kepada Allah, Rabb sekalian alam.


Ketiga-tiga tonggak itu adalah :

P e r t a m a : Membentuk Iman Yang Sempurna

I m a n yang sempurna adalah iman yang membersihkan segala tujuan melainkan hanya membentuk anak didik.

Mereka telah mendengar seruan lalu mereka berlari menuju Allah sambil menjadikan `Laa ilaaha illallah' sebagai syi'ar mereka seraya menganggap kecil segala
sesuatu selain kalimah itu. Mereka tidak tertarik dengan peradaban Parsi dan Romawi serta tidak pula berminat dengan kemajuan materialistik kedua-dua peradaban tersebut pada masa itu.

Mereka juga tidak disibukkan oleh kemajuan ilmu yang dicapai oleh orang sebelum mereka kerana orang-orang itu mempertuhankan sesuatu selain Allah.

Bangsa Parsi, betapapun mereka mencapai kemajuan, namun mereka berada dalam kesesatan kerana mereka menyembah syahwat dan hawa nafsu mereka sedangkan ‘ahlul-kitab’ adalah sesat kerana mereka menjadikan para pendita dan para pemuka agama mereka sebagai tuhan, selain Allah dan oleh kerana itu, apa yang ada di bumi ketika itu beredar dalam orbit kesesatan apabila mereka tidak mengambil petunjuk dan cahaya Allah swt.

Begitulah mereka memandang peradaban yang ada di sekitar mereka kerana memang demikianlah madrasah Rasulullah saw mengajarkan mereka.

Madrasah itu telah mengajar dan mendidik mereka bahwa :

1. Mereka berada dalam kebenaran yang nyata disebabkan mereka telah membersihkan diri dari penyembahan yang sesat berdasarkan hawa nafsu dan syahwat mereka dan mempersembahkan semua itu kepada Allah swt.
2. Mereka tidak beribadah kepada selain Allah.
3. Mereka tidak tunduk kepada selain Allah.
4. Mereka tidak bersandar selain kepada Allah.
5. Mereka tidak memohon selain kepada Allah.
6. Mereka tidak merasakan kenikmatan selain ketika mereka merasa dekat dengan Allah.
7. Mereka tidak merasakan penderitaan kecuali dengan dosa yang mereka lakukan akibat jauh dari Allah.

Perkara-perkara itulah yang menyatukan hati mereka setelah mereka mengetahui bahwa bumi ini akan Allah wariskan kepada orang yang Dia kehendaki dan bahwa kesudahan yang baik adalah milik orang-orang yang bertaqwa.

Maka padamlah segala sekatan pembeza yang ingin mengoyakkan kumpulan mereka dan berpotensi merenggangkan antara satu hati dari hati yang lainnya karena
memang mereka telah tergosok dengan gosokan yang baru.

"(berpegang teguhlah) Tali Allah. Dan siapakah lagi yang lebih baik celupannya dari pada (tali) Allah." (QS Al Baqarah : 138)



K e d u a : Cinta yang teguh, Persatuan Hati Dan Keterpaduan Ruhani

Atas perkara apakah mereka berselisih?

- Adakah disebabkan oleh sedikit keuntungan dunia?
- Adakah disebabkan oleh perbedaan peringkat, pangkat dan gelaran?

padahal mereka mengetahui : "Sesungguhnya orang yang paling mulia dari kamu di sisi Allah adalah orang yang paling bertakwa." (QS Al Hujuraat : 13)

Tidak ada faktor-faktor yang membuatkan mereka (para pembina sejarah dan peradaban rabbani itu) berpecah dan persatuan mereka terkoyak.

Maka, oleh yang demikian, mereka bersatu dan menjadi saudara di jalan Allah. Tidak ada seorang pun yang menghina yang lainnya. Bahkan masing-masing mencintai saudaranya itu melebihi cinta kepada dirinya sendiri karena mereka membaca firman Allah swt :

"Katakanlah jika bapa-bapamu, anak-anakmu, saudara-saudaramu, isteri-isterimu, keluargamu, harta yang kamu kumpulkan, perdagangan yang kamu kuatirkan kerugiannya, dan tempat tinggal yang kamu sukai adalah lebih kamu cintai dari pada Allah, RasulNya, dan jihad di jalanNya, maka tunggulah hingga Allah mendatangkan siksaNya. Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada kaum yang fasik." (QS At-Taubah : 24)

- Cinta mereka di jalan Allah.
- Benci mereka karena Allah.
- Mereka memberi karena Allah.
- Tidak memberi juga karena Allah.

Begitulah tujuan kita ditarbiyah ini bukan?

K e t i g a : Ia Dibina Untuk Berkorban Sehingga Mendorong Mereka Untuk Mempersembahkan Segala Yang Mereka Miliki Kepada Allah SWT

Ini berlaku apabila ada di antara mereka yang merasa keberatan untuk menerima `ghanimah' (harta rampasan perang) yang dihalalkan oleh Allah sehingga Allah swt menurunkan ayat : "Makanlah dari sebahagian rampasan perang yang telah kamu ambil itu sebagai makanan yang halal lagi baik." (QS Al Anfal : 69)

Jadi, dalam perkara yang halal sajapun mereka amat berhati-hati dan meninggalkannya karena menginginkan kebersihan perhitungan dari Allah.

Mereka ingin bahwa dalam amal mereka tidak akan tercemar dengan debu-debu kecintaan terhadap dunia.

Dengan cara itu mereka keluar dari :
- Kehinaan menuju kejayaan.
- Keterasingan menuju persatuan.
- Kebodohan menuju ilmu.

Merekalah pembangun peradaban dan pemberi petunjuk kepada manusia dalam arti kata yang sebenarnya dan semua itu mereka peroleh dari pensucian (tazkiyah) yang dilakukan oleh Rasulullah saw.

Ya Allah, tetapkanlah kami di atas jalan dakwah ditarbiyah ini kerana dengan melalui madrasah inilah Rasulullah saw berjaya membentuk ruh yang baru dan ummat yang terbaik yang menyeru manusia kepada penghambaan yang sepenuhnya kepada Rabb dan Illah yang Esa serta mencegah manusia dari terjebak ke dalam jeratan-jeratan iblis dan thaghut yang menyesatkan mereka

Aamin ya robul Alamiin

Apabila Penghalang Dengan Allah Telah Terbuka

Terbukanya penghalang antara kita dengan Allah adalah sumber ketenangan dan kebahagiaan hidup.

Ketika penghalang telah terbuka, semua yang kita alami hanyalah nikmat belaka. Betapa tidak, dalam setiap keadaan, kita akan merasakan kehadiran Allah Azza wa Jalla.

Lebih jauh lagi, kita akan "m e l i h a t" Allah dalam setiap kejadian. Inilah keindahan yang tidak bertepi.

Adalah sesuatu yang boleh difahami apabila Rasulullah saw mengungkapkan keheranannya terhadap orang-orang Mu'min, orang yang telah terbuka penghalangnya karena semua perkara yang dialaminya sentiasa berbuah kebaikan.

1. Apabila diberi kenikmatan ia bersyukur dan syukur itu baik baginya. 
2. Ketika ia diberi ujian, ia bersabar dan sabar itu adalah kebaikan baginya. Dengan sabar ia pun akan lebih dekat lagi dengan Allah Swt.

Orang yang telah ma'rifat dan terbuka penghalangnya, hatinya akan dipenuhi keyakinan bahwa Allah akan sentiasa menolongnya.

Lihatlah bagaimana ketika Da'tsur menghunuskan pedangnya ke leher Rasulullah saw : "Wahai Muhammad, siapakah yang akan menolongmu sekarang? Dengan penuh yakin beliau menjawab, Allah!"

Seketika itu juga Da'tsur tergetar hatinya dan pedangnya terus terjatuh.

Rasulullah, dengan izin Allah, mampu melakukan perkara tersebut kerana baginda tidak ada lagi penghalang dengan Allah. Keyakinan baginda Rosululllah SAW lah yang mendatangkan pertolongan Allah. Kata-kata baginda begitu "kuat" dan sangat membekas dihatinya.

Ciri khas orang yang telah ma'rifat adalah lebih fokus kepada yang tersirat dari yang tersurat. Hatinya akan lebih tertambat kepada Allah daripada cintanya kepada makhluk. Bisa jadi penglihatannya sama dengan orang lain namun ada nilai tambah dari penglihatannya tersebut.

Dipuji atau dicaci, mempunyai uang atau tidak mempunyai uang sama saja bagi mereka. Ia tidak mempersoalkan kaya atau miskin, cantik atau tidak, karena ia yakin bahwa semuanya ada dalam kekuasaan Allah. Semuanya mengandungi kebaikan yang akan mendekatkannya kepada Allah. Alangkah indahnya jika kita termasuk salah seorang dari mereka.

Terbukanya penghalang menjadi sumber ketenangan dan kebahagiaan hidup, begitu juga sebaliknya, tertutupnya hijab dan butanya hati dari mengenal Allah akan menjadi sumber kesengsaraan dan nestapa dalam hidup.

Kecemasan, kedangkalan fikiran, kemarahan, stres, kerendahan harga diri serta ketidaktenangan akan lahir bila kita lebih fokus kepada makhluk dibandingkan kepada Allah Al Khalik.

Ibnu Atha'illah mengungkapkan bahwa : "Sesungguhnya yang menyebabkan kerisauan hati dari segala sesuatu itu disebabkan kerana mereka masih terhijab (tidak melihat Allah dalam apa yang mereka lihat), tetapi andaikata mereka telah "melihat" Allah dalam setiap sesuatu, pastilah hatinya tidak lagi merasa risau."

Bagaimana agar kita boleh mencapai ma'rifat?
Bagaimana kita boleh menyingkap penghalang diri?


Setiap orang memiliki penghalang yang berbeda-beda :

P e r t a m a :
Ada orang yang terhalang karena harta. Cirinya, ia sangat takut akan kehilangan harta manakala hati dan fikirannya hanya disibukkan oleh harta. Latihan menyingkapnya adalah dengan banyak memberi, usahakan supaya dapat memberi apa yang disenangi atau disukai oleh kita.

K e d u a :
Ada pula yang terhalang oleh kedudukan. Cirinya bangga terhadap kedudukan yang disandang dan sangat takut kehilangannya. Maka cara membukanya adalah menanamkan keyakinan bahwa jabatan adalah amanah yang mesti dipertanggungjawabkan. Imam Al Ghazali memberi contoh di saat kita sedang berada di puncak karier, kita tidak perlu segan-segan memungut sampah, membawakan barang-barang di pasar dan sebagainya. Sesuatu yang dianggap orang pekerjaan yang hina.

K e t i g a :
Ada pula yang penghalangnya kecintaan yang berlebihan terhadap pasangan hidup, anak, keluarga, ilmu atau pun lawan jenis yang belum halal baginya. Bahkan ada pula yang hijabnya berlapis-lapis. Oleh yang demikian, maka usaha untuk membuka hijabnya akan menjadi sesuatu yang luar biasa beratnya.

Sebagai intipatinya, penghalang dunia latihannya ialah dengan :
- Zuhud.
- Ibadah.
- Doa.

Berlatihlah untuk banyak mengingati Allah, di mana dan bila-bila masa pun. Fahamilah keutamaannya. Dalam melihat apa pun, sentiasalah kaitkan dengan Allah dan jangan hanya kepada makhluk.
Ya Allah, bukakanlah pintu hati kami sehingga kami dapat melihat segala sesuatu yang tersurat itu perkara-perkara yang tersirat karena hanya dengan memahami sesuatu yang tersirat sajalah hati-hati kami akan menjadi redha dengan segala ketentuan Mu dan bersyukur dengan segala kurniaan-Mu.

98 Hadits-hadits Yang Berkaitan Dengan Akhir Zaman

Selain dari buku yang disusun oleh Al Fadhil Ustaz Abu Ali al Banjari an Nadwi (Ahmad Fahmi Zamzam) ditambah beberapa hadits yang terdapat dalam kitab as-Sunnah, alhamdullilah saya mengumpulkan 98 tentang kondisi akhir zaman dari para perawi hadits shahih, diantara hadist-hadits ini masih sebahagian kecil, bahkan mungkin masih banyak tentang hadits-hadits nubuat akhir zaman ini. Maafkan apabila saya tidak dapat  menemukan yang lainnya, karena keterbatasan wawasan dan waktu saya. Adapun intisari dalam perkataan Rasulullah SAW dalam as-Sunnah (hadits-hadits ini) sebagian besar telah  tercermin dari situasi dan kondisi saat ini, wallahu alam bishowab.


Adapun perkataan Rasulullah SAW berdasarkan beberapa hadits riwayat,  kondisi di akhir zaman diantara yaitu :

1. Takwa dan perpaduan asas keselamatan di akhir zaman

Dari Abi Nijih ‘Irbadh bin Sariyah r.a. ‘Rasullullah saw telah menasihati kami dengan satu nasehat yang menggetarkan hati kami dan menitik air mata kami ketika mendengarnya, lalu kami berkata, ‘Ya Rasulullah! Seolah-olah ini adalah nasihat yang terakhir, maka berilah pesan kepada kami.’ Lalu baginda pun bersabda, ‘Aku berwasiat akan kamu supaya sentiasa bertakwa kepada Allah swt. dan mendengar serta taat (kepada pemimpin) sekalipun yang memimpin kamu itu hanya seorang hamba. Sesungguhnya sesiapa yang panjang umurnya diantara kamu pasti ia akan melihat banyak perselisihan. Maka hendaklah kamu berpegang teguh dengan sunnahku dan sunnah para khulafa ar Rasyidin al Mahdiyin (khalifah-khalifah yang mengetahui kebenaran dan mendapat petunjuk ke jalan yang benar) dan gigitlah sunnah-sunnah itu dengan gigi geraham dan jauhilah perkara-perkara yang baru (bid’ah) yang diada-adakan, kerana sesungguhnya tiap-tiap bid’ah itu adalah sesat.’ (HR. Abu Daud dan Tirmizi)


2. Mengapa dunia Islam menjadi sasaran pemusnahan?

Dari Ummul Mu’minin, Zainab binti Jahsy (isteri Rasulullah saw) ‘(Pada suatu hari) Rasulullah saww. masuk ke dalam rumahnya dalam keadaan cemas sambil bersabda, La ilaha illallah, celaka (binasa) bagi bangsa Arab dari kejahatan (malapetaka) yang sudah hampir menimpa mereka. Pada hari ini telah terbuka dinding Ya’juj dan Ma’juj seperti ini’, dan Baginda mempertemukan ujung jari dan ujung jari yang sebelahnya (jari telunjuk) yang dengan itu mengisyaratkan seperti bulatan. Saya (Zainab binti Jahsy) lalu bertanya: ‘Ya Rasulullah! Apakah kami akan binasa sedangkan di kalangan kami masih ada orang-orang yang shaleh?’ Lalu Nabi saww. bersabda: ‘Ya, jikalau kejahatan sudah terlalu banyak’. (HR. Bukhari dan Muslim)


3. Seluruh dunia datang mengerumuni dunia Islam

Dari Tsauban r.a. Rasulullah saw. bersabda; ‘Hampir tiba suatu masa di mana bangsa-bangsa dan seluruh dunia akan datang mengerumuni kamu bagaikan orang-orang yang hendak makan mengerumuni talam hidangan mereka.’ Maka salah seorang sahabat bertanya, ’Apakah karena jumlah kami sedikit pada masa itu?’ Nabi saw. menjawab, ‘Bahkan kamu pada hari itu banyak sekali, tetapi kamu umpama buih di waktu banjir, dan Allah akan mencabut rasa takut terhadap kamu dari hati musuh-musuh kamu, dan Allah akan mencampakkan ke dalam hati kamu penyakit wahan. Seorang sahabat bertanya, ‘Apakah wahan itu hai Rasulullah?’ Nabi saww. nenjawab, ‘Cinta pada dunia dan takut pada mati.’ (HR. Abu Daud)


4. Ilmu agama akan berangsur-angsur hilang

Dari Abdullah bin Amr bin ‘Ash r.a. Rasulullah saw. bersabda, ‘Bahwasanya Allah swt. tidak mencabut (menghilangkan) ilmu dengan sekaligus dari (dada) manusia, tetapi Allah swt. menghilangkan ilmu itu dengan mematikan alim ulama. Maka apabila sudah ditiadakan alim ulama, orang ramai akan memilih orang-orang yang jahil sebagai pemimpin mereka. Maka apabila pemimpin yang jahil itu ditanya, mereka akan berfatwa tanpa ilmu pengetahuan. Mereka sesat dan menyesatkan orang lain.’ (HR. Muslim)


5. Umat Islam mengikuti langkah-langkah Yahudi dan Nasrani

Dari Abu Sa’id Al-Khudri r.a. Bahawasanya Rasulullah saw. bersabda, ‘Kamu akan mengikuti jejak langkah umat-umat sebelum kamu, sejengkal demi sejengkal, sehasta demi sehasta, sehingga jikalau mereka masuk ke lubang biawak pun kamu akan mengikuti mereka.’ Sahabat bertanya, ‘Ya Rasulullah! Apakah Yahudi dan Nasrani yang kau maksudkan?’ Nabi saww. menjawab, ‘Siapa lagi kalau bukan mereka’. (HR. Muslim)


6. Golongan anti hadits atau anti as Sunnah

Dari Miqdam bin Ma’dikariba r.a. Rasulullah saw. bersabda, ‘Hampir tiba suatu masa di mana seorang lelaki yang sedang duduk bersandar di atas katilnya, lalu disampaikan orang kepadanya sebuah hadis daripada hadisku maka ia berkata, ‘Pegangan kami dan kamu hanyalah kitabullah (al-Quran) saja. Apa yang di halalkan oleh al-Quran kami halalkan. Dan apa yang ia haramkan kami haramkan’. Kemudian Nabi saw. melanjutkan sabdanya, ‘Padahal apa yang diharamkan oleh Rasulullah saw. samalah hukumnya dengan apa yang diharamkan oleh Allah swt.’ (HR. Abu Daud)


7. Golongan yang senantiasa menang

Dari Mughirah bin Syu’ bah r.a. Rasulullah saw. bersabda, ‘Sentiasa di kalangan kamu ada golongan yang berjaya (dalam perjuangan mereka), sehingga sampailah suatu saat yang dikehendaki oleh Allah swt. Mereka sentiasa berjaya.’ (HR. Bukhari)


8. Penyakit umat-umat dahulu

Dari Abu Hurairah r.a. Rasulullah saw. bersabda, ‘Umat ku akan ditimpa penyakit-penyakit yang pernah menimpa umat-umat dahulu’. Sahabat bertanya, ‘Apakah penyakit-penyakit umat-umat terdahulu itu?’ Nabi saww. menjawab, ‘penyakit-penyakit itu ialah : (1). hura-hura / senda gurau (2). bermewah-mewah (3). menimbun harta sebanyak mungkin, (4). tipu menipu dalam merebut harta benda dunia, (5) saling memarahi, (6) hasut menghasut sehingga jadi zalim menzalimi.’ (HR. Hakim)


9. Islam Kembali Asing

Dari Abu Hurairah r.a. Bersabda Rasulullah saw, ‘Islam tersebar dalam keadaan asing. Dan ia akan kembali asing. Maka beruntunglah orang-orang yang asing.’ (HR. Muslim)


10. Bahaya Kemewahan

Dari Ali bin Abi Thalib r.a. Rasulullah saw. berada di dalam masjid. Tiba-tiba datang Mus’ab bin Umair r.a. dan tiada di atas badannya kecuali hanya sehelai selendang yang membalut dengan kulit. Tatkala Rasulullah saww. melihat kepadanya baginda menangis dan meneteskan air mata karena mengenangkan kemewahan Mus’ab ketika berada di Mekkah dahulu (karena sangat dimanjakan oleh ibunya) dan karena memandang nasib Mus’ab sekarang (ketika berada di Madinah sebagai seorang Muhajirin yang terpaksa meninggalkan segala harta benda dan kekayaan di Mekkah). Kemudian Nabi Muhammad saww. bersabda, ‘Bagaimanakah keadaan kamu pada suatu saat nanti, pergi di waktu pagi dengan satu pakaian, dan pergi di waktu petang dengan pakaian yang lain pula. Dan bila diangkatkan satu hidangan diletakan pula satu hidangan yang lain. Dan kamu menutupi (menghias) rumah kamu sepertimana kamu memasang kelambu Ka’bah?’. Maka jawab sahabat, ‘Wahai Rasulullah, tentunya di waktu itu kami lebih baik daripada di hari ini. Kami akan beribadat saja dan tidak usah mencari rezeki.’ Lalu Nabi saww. bersabda, ‘Tidak! Keadaan kamu di hari ini adalah lebih baik daripada keadaan kamu di hari itu’. (HR. Tirmizi)


11. Umat Islam memusnahkan orang-orang Yahudi

Dari Abu Hurairah r.a. Rasulullah saw. bersabda, ‘Tidaklah akan terjadi kiamat, sehingga kaum Muslimin memerangi kaum Yahudi sehingga kaum Yahudi itu bersembunyi di balik batu dan pohon kayu, lalu batu dan pohon kayu itu berkata, (Hai orang Islam, inilah orang Yahudi ada dibelakang saya. Kemarilah! Dan bunuhlah ia!’, kecuali pohon gharqad (semacam pohon pinus yang berduri), kerana sesungguhnya pohon itu adalah dari pohon Yahudi (oleh sebab itulah ia melindunginya)’. (HR. Bukhari dan Muslim)


12. Sifat Amanah akan hilang sedikit demi sedikit

Dari Huzaifah bin Al-Yaman r.a. Rasulullah saw. pernah memberitahu kami dua buah hadis (mengenai dua kejadian yang akan berlaku). Yang pertama sudah saya lihat sedang yang kedua saya menanti-nantikannya. Rasulullah saw. memberitahu bahwasanya amanat itu turun ke dalam lubuk hati orang-orang tertentu. Kemudian turunlah al Quran. Maka orang-orang itu lalu mengetahuinya melalui panduan al Quran dan mengetahuinya melalui panduan as-Sunnah. Selanjutnya Rasulullah saw, menceritakan kepada kami tentang hilangnya amanah, lalu beliau bersabda, ‘Seseorang itu tidur sekali tidur, lalu diambillah amanah itu dari dalam hatinya, kemudian tertinggallah bekasnya seperti bekas yang ringan saja. Kemudian ia tertidur pula, lalu diambillah amanah itu dari dalam hatinya, maka tinggallah bekasnya seperti lepuh di tangan (mengelembung di tangan dari bekas bekerja berat seperti menggunakan kapak atau cangkul). Jadi seperti bara api yang kau gilingkan dengan kakimu, kemudian mengelembunglah ia dan engkau melihat ia meninggi, padahal tidak ada apa-apa.’ Ketika Rasulullah saww. menceritakan hadits ini beliau mengambil sebiji batu kecil (batu kerikil) lalu menggilingkannya dengan kakinya.

‘Kemudian pagi hari (jadilah) ramai ramai berjual beli, maka hampir tak seorangpun yang suka menunaikan amanah, hingga terucap perkataan bahwa di kalangan Bani Fulan (di kampung tertentu) itu ada seorang yang sangat baik memegang amanah, sangat terpercaya dan ramai orang mengatakan, ‘Alangkah tekunnya dalam bekerja, alangkah indahnya pekerjaannya dan alangkah cerdik pula otaknya.’ Padahal di dalam hatinya sudah tiada lagi keimanan sekali pun hanya seberat timbangan biji sawi.’

‘Maka sesungguhnya telah tiba masanya saya pun tidak memperdulikan manakah di antara kamu semua yang saya hendak bermubaya’ah (berjual beli). Jikalau ia seorang Islam, maka agamanyalah yang akan mengembalikan kepadaku (maksudnya agamanyalah yang dapat menahannya dari khianat).

Dan jikalau ia seorang Nasrani atau Yahudi, maka pihak yang bertugaslah yang akan menggembalikannya kepadaku (maksudnya jika dia seorang Nasrani atau Yahudi maka orang yang memegang kekuasaan/pemerintahlah yang dapat menbantu aku untuk mendapatkan semua hak-hakku daripadanya). Ada pun pada hari ini maka saya tidak pernah berjual beli dengan kamu semua kecuali dengan Fulan dan Fulan (orang-orang tertentu saja).’ (HR. Bukhari dan Muslim)


13. Orang yang baik berkurang sedang yang jahat bertambah banyak

Dari Aisyah r.a. Rasulullah saw. bersabda, ‘Tidak akan tiba hari kiamat sehingga anak menjadi sumber kemarahan (bagi ibu bapanya) dan hujan akan menjadi panas (hujan akan berkurang dan cuaca akan menjadi panas) dan akan bertambah banyak orang tercela dan akan berkurang orang yang baik dan anak-anak menjadi berani melawan orang-orang tua dan orang yang jahat berani melawan orang-orang baik.’ (HR. Thabrani)


14. Dimanakah awal kebinasaan seseorang

Dari Abu Hurairah r.a. Rasulullah saw. bersabda, ‘Akan datang suatu masa dimana orang yang beriman tidak akan dapat menyelamatkan imannya, kecuali bila ia lari membawanya dari suatu puncak bukit ke puncak bukit yang lain dan dari suatu lubang kepada lubang yang lain. Maka apabila zaman itu telah terjadi, segala pencarian (pendapatan kehidupan) tidak dapat dicapai kecuali dengan perkara yang menyebabkan kemurkaan Allah swt. Maka apabila ini telah terjadi, kebinasaan seseorang adalah berawal dari memenuhi kehendak isterinya dan anak-anaknya. Kalau ia tidak mempunyai isteri dan anak, maka kebinasaannya adalah berawal dari memenuhi kehendak kedua orang tuanya. Dan jikalau orang tuanya sudah tiada lagi, maka kebinasaannya berawal dari memenuhi kehendak kaum kerabatnya (adik beradiknya sendiri) atau dari memenuhi kehendak jirannya.’. Sahabat bertanya, ‘Wahai Rasulullah saww., apakah maksud perkataan engkau itu?’ (kebinasaan seseorang karena isterinya, atau anaknya, atau orang tuanya, atau keluarganya, atau jirannya) Nabi saww. menjawab, ‘Mereka akan mencelanya dan mengaibkannya dengan kesempitan kehidupannya. Maka dari itu ia terpaksa melayani kehendak mereka dengan menceburkan dirinya dijurang-jurang kebinasaan yang akan menghancurkan dirinya.’(HR. Baihaqi)


15. Dua golongan yang akan menjadi penghuni neraka

Dari Abu Hurairah r.a. Rasulullah saw. bersabda, ‘Ada dua golongan yang akan menjadi penghuni neraka yang belum lagi aku melihat mereka. Pertama, golongan (penguasa) yang mempunyai cemeti-cemeti bagaikan ekor lembu yang digunakan untuk memukul orang. Kedua, perempuan yang berpakaian tetapi bertelanjang, berlenggang lenggok waktu berjalan, mengayun-ayunkan bahu. Kepala mereka (sanggul di atas kepala mereka) bagaikan punuk unta yang senget. Kedua-dua golongan ini tidak akan masuk surga dan tidak akan dapat mencium bau wanginya. Sesungguhnya bau wangi surga itu sudah tercium dari perjalanan yang sangat jauh darinya.’. (HR. Muslim)


16. Zaman dimana orang tak perduli darimana mendapatkan harta

Dari Abu Hurairah r.a. Bersabda Rasulullah saw, ‘Akan datang suatu zaman seseorang tidak memperdulikan dari mana ia mendapatkan harta, apakah dari sumber yang halal atau pun haram.’(HR. Muslim)


17. Harta riba’ dijumpai di mana-mana

Dari Abu Hurairah r.a. Rasulullah saw. bersabda, ‘Akan tiba suatu zaman, tidak ada seorang juga pun kecuali ia terlibat dalam memakan harta riba. Kalau ia tidak memakan secara langsung, ia akan terkena juga debu-debunya.’ (HR. Ibnu Majah)


18. Orang meminum khamar dan menamakannya bukan khamar

Dari Abu Malik Al-Asy’ari r.a Rasulullah saw. bersabda, ‘Sesungguhnya ada sebahagian dari umatku yang akan meminum khamar dan mereka menamanya dengan nama yang lain (mereka meminum) sambil dialunkan dengan bunyi muzik dan suara artis-artis. Allah swt. akan menenggelamkan mereka ke dalam bumi (dengan gempa) dan Allah swt. akan merobah mereka menjadi kera atau babi.’ (HR. Ibnu Majah)


19. Perempuan lebih banyak daripada laki-laki

Dari Anas r.a. “Akan aku ceritakan kepada kamu sebuah hadits yang tidak ada orang lain yang akan menceritakannya setelah aku. Aku mendengar Rasulullah saw. bersabda, ‘Di antara tanda kiamat ialah sedikit ilmu, banyak kejahilan, berlaku banyak perzinaan, ramai kaum perempuan dan sedikit kaum lelaki, sehingga nantinya seorang lelaki akan mengurus lima puluh orang perempuan.” (HR. Bukhari dan Muslim)


20. Hamba menjadi tuan dan berlomba-lomba mendirikan bangunan pencakar langit

Dari Umar bin al-Khattab r.a. (dalam sebuah hadis yang panjang), kemudian Jibril bertanya kepada Rasulullah saw., ‘Maka khabarkan kepada ku tentang hari qiamat?’. Lalu Nabi saw. menjawab, ‘Orang yang ditanya tiada lebih mengetahui daripada orang yang bertanya.’ Maka Jibrail lalu berkata, ‘Kalau begitu cuba khabarkan kepada ku tanda-tandanya.’ maka Nabi saww. menjawab, ‘Bahwa hamba akan melahirkan tuannya dan engkau melihat orang berjalan tanpa kasut dan orang yang bertelanjang lagi miskin yang hanya mengembala kambing itu berlumba-lumba untuk membuat bangunan. (HR. Muslim)


21. Ahli ibadah yang jahil dan ulama yang fasik

Dari Anas r.a. Bersabda Rasulullah saww., ‘Akan ada di akhir zaman ahli ibadat yang jahil dan ulama yang fasik’. (HR. Ibnu Ady)


22: Orang yang berpegang dengan agamanya seperti memegang bara api

Dari Anas r.a. Rasulullah saw. bersabda, ’Akan datang kepada umat ku suatu zaman di mana orang yang berpegang kepada agamanya laksana menggenggam bara api.’
(HR. Tirmizi)


23. Golongan ruwaibidhah

Dari Abu Hurairah r.a. Rasulullah saw. bersabda. ‘Akan datang kepada manusia tahun-tahun yang tandus (kemarau panjang). Dan pada waktu itu orang yang berdusta dikatakan benar dan orang yang benar dikatakan berdusta. Orang khianat akan disuruh memegang amanah dan orang yang amanah dikatakan pengkhianat. Dan yang berpeluang bercakap hanyalah golongan Ruwaibidhah’. Sahabat bertanya, ‘Apakah Ruwaibidhah itu hai Rasulullah?’ Nabi saw. menjawab, ‘Orang yang kerdil (pen. penghasut) dan sebenarnya hina dan tidak mengerti urusan orang banyak.’ (HR. Ibnu Majah)


24. Peperangan demi peperangan

Dari Abu Hurairah r.a., Rasulullah saw. bersabda, ‘Hari kiamat tidak akan terjadi sehingga melimpah ruah harta benda dan timbul fitnah (ujian kepada keimanan) dan banyak berlaku ‘al-Harj’’. Sahabat bertanya, ‘Apakah al-Hajr itu hai Rasulallah?’ Nabi saw. menjawab, ‘Peperangan demi peperangan demi peperangan’. (HR. Ibnu Majah)


25. Waktu akan menjadi singkat

Dari Anas bin Malik r.a. Rasulullah saw. bersabda, ‘Tidak akan terjadi kiamat sehingga waktu menjadi singkat maka setahun dirasakan seperti sebulan dan sebulan dirasakan seperti seminggu dan seminggu dirasakan seperti sehari dan sehari dirasakan seperti satu jam dan satu jam dirasakan seperti satu petikan ap’. (HR. Tirmizi)


26. Munculnya galian-galian (tambang) di bumi

Dari Ibnu Omar r.a. berkata: ‘Pada suatu masa dibawa ke hadapan Rasulullah saw. sepotong emas. Dan emas itu adalah emas zakat yang pertama sekali dikutip. Emas itu telah dibawa oleh Bani Sulaim dari tempat tambang (galian) mereka. Maka sahabat berkata: “Hai Rasulullah! Emas ini adalah hasil dari galian kita’. Lalu Nabi saw. menjawab, ‘Nanti kamu akan dapati banyak galian-galian (tambang), dan yang akan menguruskannya adalah orang-orang yang jahat.’ (HR. Baihaqi)


27. Tanah Arab yang tandus menjadi lembah yang subur

Dari Abu Hurairah r.a. Bersabda Rasulullah saw, ‘Tak akan terjadi kiamat hingga Tanah Arab (yang tandus itu) menjadi lembah yang subur dan dialiri sungai-sungai’. (HR. Muslim). (ket: sekarang tanah Arab yang tandus mulai menghijau oleh pepohonan yang setiap hari disiram, disediakan satu keran air untuk satu pohon)


28. Ujian dahsyat terhadap iman

Dari Abu Hurairah r.a. Rasulullah saw. bersabda, ‘Bersegeralah kamu beramal sebelum menemui fitnah (ujian berat terhadap iman) seumpama malam yang sangat gelap. Seseorang yang masih beriman di waktu pagi, kemudian pada waktu petang dia sudah menjadi kafir, atau (Syak Perawi Hadits) seseorang yang masih beriman di waktu petang, kemudian pada esok harinya, dia sudah menjadi kafir. Ia telah menjual agamanya dengan sedikit dari harta benda dunia.’ (HR. Muslim)


29. Kelebihan ibadat di saat huru hara

Dari Ma’qil bin Yasar ra. Rasulullah saw bersabda, ‘Beribadat di saat-saat huru hara (dunia kacau bilau) adalah seperti berhijrah kepadaku.’ (HR. Muslim)

30. Peperangan di kawasan sungai Furat (Euphrates-Irak) karena merebut kekayaan

Dari Abu Hurairah r.a. Rasulullah saw. bersabda, ‘Tidak terjadi hari kiamat sehingga Sungai Furat (Sungai Euphrates yaitu sebuah sungai yang ada di lrak) menjadi surut airnya sehingga nampak sebuah gunung emas. Ramai orang yang berperang untuk merebutkannya. Maka terbunuh sembilan puluh sembilan dari seratus orang yang berperang. Dan masing-masing yang terlibat berkata, ‘Mudah-mudahan akulah yang selamat itu.’ Di dalam riwayat lain disebutkan, ‘Sudah dekat suatu masa dimana sungai Furat akan menjadi surut airnya lalu nampak perbendaharaan emas, maka barangsiapa yang hadir di situ janganlah ia mengambil sesuatupun daripada harta itu.’ (HR. Bukhari dan Muslim)


31. Ketiadaan imam untuk shalat berjamaah

Dari Salamah binti al-Hurr r.a. Rasulullah saw. bersabda, ‘Akan datang suatu zaman, orang ramai berdiri tegak beberapa masa. Mereka tidak segera mulai shalat berjamaah karena tidak mendapatkan orang yang dapat menjadi imam.’ (HR. Ibnu Majah)


32. Ulama tidak dipedulikan

Dari Sahl bin Saad as-Saaidi r.a. Rasulullah saw. bersabda, ‘Ya Allah! Jangan kau temukan aku dan mudah-mudahan kamu (sahabat) tidak bertemu dengan suatu masa di mana para ulama sudah tidak diikuti lagi, dan orang yang penyantun sudah tidak disegani lagi. Hati mereka seperti hati orang Ajam (pada fasiknya), lidah mereka seperti lidah orang Arab (pada fasihnya).’ (HR. Ahmad)


33. Islam tinggal nama saja

Dari Ali bin Abi Thalib r.a. Rasulullah saw. bersabda, ‘Sudah hampir sampai suatu masa di mana tidak tinggal lagi daripada Islam ini kecuali hanya namanya, dan tidak tinggal daripada Al-Quran itu kecuali hanya tulisannya. Masjid-masjid mereka terbangun indah, tetapi ia kosong daripada hidayah. Ulama mereka adalah sejahat-jahat makhluk yang ada di bawah kolong (naungan) langit. Dari mereka berawal fitnah, dan kepada mereka fitnah ini akan kembali.’ (HR. Baihaqi)


34. Al-Qur’an akan hilang dan ilmu akan diangkat

Dari Huzaifah bin al-Yaman r.a. Rasulullah saw. bersabda, ‘Islam akan luntur (lusuh) seperti lusuhnya corak (warna-warni) pakaian (bila ia telah lama dipakai), sehingga (sampai suatu masa nanti) orang sudah tidak mengerti apa yang dimaksudkan dengan puasa, dan apa yang dimaksudkan dengan shalat dan apa yang dimaksudkan dengan nusuk (ibadat) dan apa yang dimaksudkan dengan sedekah. Dan al-Quran akan dihilangkan kesemuanya pada satu malam sahaja, maka (pada esok harinya) tidak tinggal dipermukaan bumi daripadanya walau pun hanya satu ayat. Maka yang tinggal hanya beberapa kelompok daripada manusia, diantaranya orang-orang tua, laki-laki dan perempuan. Mereka hanya mampu berkata, ‘Kami sempat menemui nenek moyang kami memperkatakan kalimat “La ilaha illallah”, lalu kami pun mengatakannya juga’. Maka berkata Shilah (perawi hadis dari Huzaifah), ‘Apa yang dapat dilakukan oleh La ilaha illallah (apa gunanya La ilaha illallah) terhadap mereka, sedangkan mereka sudah tidak memahami apa yang dimaksudkan dengan shalat, puasa, nusuk, dan sedekah?’ Maka Huzaifah memalingkan muka darinya (Shilah yang bertanya). Kemudian Shilah mengulangi pertanyaan itu tiga kali. Maka Huzaifah memalingkan mukanya pada setiap kali pertanyaan Shilah itu. Kemudian Shilah bertanya lagi sehingga akhirnya Huzaifah menjawab, ‘Kalimat itu dapat menyelamatkan mereka daripada api neraka’ (Huzaifah mengatakan jawapan itu tiga kali). (HR. Ibnu Majah)


35. Lima belas maksiat yang akan menurunkan bencana

Dari Ali bin Abi Thalib r.a. Rasulullah saw. bersabda, ‘Apabila umat ku telah membuat limabelas perkara, maka bala pasti akan turun kepada mereka yaitu:

1. Apabila harta negara hanya beredar pada orang-orang tertentu.
2. Apabila amanah dijadikan suatu sumber keuntungan.
3. Zakat dijadikan hutang.
4. Suami memperturutkan kehendak isteri.
5. Anak durhaka terhadap ibunya,
6. sedangkan ia berbaik-baik dengan kawannya.
7. Ia suka menjauhkan diri daripada ayahnya.
8. Suara sudah ditinggikan di dalam masjid.
9. Yang menjadi ketua satu kaum adalah orang yang terhina di antara mereka.
10. Seseorang dimuliakan karena ditakuti kejahatannya.
11. Khamar (arak) sudah diminum di merata tempat.
12. Kain sutera banyak dipakai (oleh kaum lelaki).
13. Para artis-artis disanjung-sanjung.
14. Musik banyak dimainkan.
15. Generasi akhir umat ini melaknat (menyalahkan) generasi pertama (sahabat). Maka pada ketika itu hendaklah mereka menanti angin merah atau gempa bumi atau pun mereka akan dirobah menjadi makhluk lain.’ (HR. Tirmizi)


36. Lima maksiat yang disegerakan balasannya

Dari Ibnu Omar r.a. Rasulullah saw. bersabda, ‘Wahai kaum Muhajirin, lima perkara kalau kamu telah mengerjakannya, maka tiada kebaikan lagi bagi kamu. Dan aku berlindung dengan Allah swt., semoga kamu tidak menemui masa itu. Perkara-perkara itu ialah :

1. Tiada terlihat (nampak) perzinaan pada suatu kaum sehingga mereka berani berterus terang melakukannya, kecuali mereka akan ditimpa penyakit Tha’un yang cepat merebak di kalangan mereka dan mereka akan ditimpa penyakit-penyakit yang belum pernah menimpa umat-umat yang telah lalu.
2. Dan tiada mereka mengurangkan jumlah dan timbangan, kecuali mereka akan diberi bencana dengan kemarau dan susah mencari rezeki dan kezaliman di kalangan pepimpin mereka.
3. Dan jika mereka menahan zakat harta benda akan ditahan untuk mereka air hujan dari langit. Jikalau tak ada binatang (yang juga hidup diatas permukaan bumi ini) tentunya mereka tidak akan diberi hujan oleh Allah swt.
4. Dan jika mereka mungkir akan janji Allah dan Rasulnya maka Allah akan menguasakan ke atas mereka musuh mereka, maka musuh itu merampas sebahagian daripada apa yang ada di tangan mereka.
5. Dan bila para pemimpin mereka tidak melaksanakan hukum Allah yang terkandung dalam al-Quran dan tidak mau menjadikannya sebagai pilihan, maka (di saat ini) Allah akan menjadikan peperangan di kalangan mereka sendiri,’ (HR. Ibnu Majah)


37. Kapan akan terjadi kehancuran?

Dari Abu Hurairah r.a. Pada suatu masa ketika Nabi saw. sedang berada dalam suatu majlis dan sedang bercakap-cakap dengan orang yang hadir, tiba-tiba datang seorang A’rabi (Arab Badwi) dan terus bertanya kepada Rasulullah saw, ‘Bilakah akan terjadi hari kiamat?’. Maka Nabi saw. pun meneruskan percakapannya. Maka sebahagian yang hadir berkata, ‘Beliau (Nabi) mendengar apa yang ditanyakan, tetapi pertanyaan itu tidak disukainya’. Sementara yang lain pula berkata, ‘Bahkan beliau tidak mendengar pertanyaan itu.’ Sehingga apabila Nabi saww. selesai dari percakapannya beliau bersabda, ‘Di mana orang yang bertanya tentang hari kiamat tadi?’ Lalu Arab Badwi itu menyahut, ‘Ya! Saya hai Rasulullah.’ Maka Nabi saww. bersabda, ‘Apabila amanah telah disia-siakan maka tunggulah hari kiamat.’ Arab Badwi ini bertanya pula, ‘Apa yang dimaksudkan dengan mensia-siakan amanah itu?’ Nabi saww. menjawab, ‘Apabila urusan diserahkan kepada yang bukan ahlinya maka tunggulah kedatangan hari kiamat.’ (HR. Bukhari)


38. Bermegah-megah dengan mesjid

Dari Anas bin Malik r.a. Rasulullah saw. bersabda, ‘Tidak terjadi hari kiamat sehingga umat ku bermegah-megah (dengan bangunan) masjid.’ (HR. Abu Daud)


39. Menggadaikan agama karena dunia

Dari Abu Hurairah ra. Rasulullah saw. bersabda, ‘Akan timbul di akhir zaman orang-orang yang mencari keuntungan dunia dengan menjual agama. Mereka menunjukkan kepada orang lain pakaian yang dibuat daripada kulit kambing (berpura-pura zuhud dari dunia) untuk mendapat simpati orang ramai, dan percakapan mereka lebih manis daripada gula. Padahal hati mereka adalah hati serigala (mempunyai tujuan-tujuan yang jahat). Allah swt. berfirman kepada mereka, ‘Apakah kamu tertipu dengan kelembutanKu?, Ataukah kamu terlampau berani berbohong kepadaKu?. Demi kebesaranKu, Aku bersumpah akan menurunkan suatu fitnah yang akan terjadi di kalangan mereka sendiri, sehingga orang yang alim (cendikiawan) pun akan menjadi bingung (dengan sebab fitnah itu).’(HR. Tirmizi)


40. Golongan yang selamat

Dari ‘Auf bin Malik r.a. Rasulullah saw. bersabda, ‘Umat Yahudi terpecah-belah menjadi 71 golongan, maka hanya satu golongan saja yang masuk surga dan yang 70 lagi akan masuk neraka. Umat Nasrani telah berpecah-belah menjadi 72 golongan, maka 71 golongan masuk neraka dan hanya satu golongan saja yang masuk surga. Demi Tuhan yang diriku didalam kekuasaannya, umatku akan terpecah belah menjadi 73 golongan, hanya satu golongan sahaja yang masuk surga dan 72 lagi akan masuk neraka. Sahabat bertanya, mana yang selamat?’ Nabi saww. menjawab, ‘Mereka adalah jamaah’. (HR. Ibnu Majah)


41. Umat Rasulullah SAW menjadi 73 golongan

Dari Abu Hurairah r.a.. Ia berkata bahwasanya Rasulullah saw. telah bersabda, ‘ Kaum Yahudi telah terpecah menjadi tujuh puluh satu (71) golongan atau tujuh puluh dua (72) golongan, kaum Nasrani telah terpecah menjadi tujuh puluh satu (71) atau tujuh puluh dua (72) golongan, dan umatku akan terpecah menjadi tujuh puluh tiga (73) golongan.”


42. Datangnya zaman tak berhati nurani

Dari Hudzdaifah r.a. Ia berkata bahawasanya Rasulullah saw. bersabda, ‘Kelak akan kalian temukan suatu zaman, dimana pada zaman tersebut tiada sesuatu-pun yang lebih sulit dari pada tiga perkara, yaitu uang dirham yang halal, atau saudara yang setia, atau sunnah yang diamalkan.” (HR. Thabrani).


43. Datangnya zaman tak berhati nurani

Dari Abu Hurairah r.a. Nabi Muhammad saw. bersabda, ‘Akan datang kepada manusia suatu zaman, di zaman tersebut seseorang tidak memperdulikan lagi harta yang di perolehnya, apakah dari hasil yang halal ataukah dari hasil yang haram.” (HR. Bukhari).


44. Mandat di tangan orang yang bukan ahlinya, dan banyaknya orang yang menyia-nyiakan amanat

Dari Abu Hurairah r.a. Ia berkata, ‘Ketika Rasulullah saw. sedang menyampaikan ceramahnya di hadapan suatu kaum pada salah satu majelis, datanglah seseorang dari perkampungan arab. Orang itu berkata, ‘Kapankah kiamat itu?’ Rasullullah saaw. terus bersabda, lalu sebagian kaum berkata, ‘Beliau mendengar apa yang dikatakan olehnya, namun beliau benci terhadap apa yang dikatakan itu.’ Dan sebagian dari mereka berkata, ‘Namun beliau tidak mendengarnya.’ Setelah beliau selesai berbicara, maka beliau bersabda, ‘Di manakah gerangan yang orang yang bertanya tentang kiamat ?’ Seseorang menyahut, ‘Saya, ya Rasulullah.’ Beliau bersabda, ’Apabila amanat itu di sia-siakan, maka nantikanlah kiamat.’ Si penanya bertanya kembali, ‘Bagaimana menyia-nyiakan amanat itu?’ Beliau bersabda, ‘Apabila perkara (urusan) diserahkan kepada selain ahlinya, maka nantikanlah kiamat.’ (HR. Bukhari)


45. Tampaknya kehancuran (hari kiamat)

Dari Anas bin Malik r.a. Ia berkata bahwasanya Rasulullah saw bersabda,’ Sesungguhnya, sebagian dari tanda-tanda kiamat adalah terangakatnya (hilangnya) ilmu, tetapnya kebodohan, diminumnya khamar, tampaknya perzinaan, banyaknya wanita, dan sedikitnya laki-laki sampai lima puluh wanita berbanding satu laki-laki.” (HR. Bukhari).


46. Tanda-tanda kehancuran suatu agama

Dari Ibnu Abbas r.a. Ia berkata bahwasanya Rasulullah saw. bersabda,’Bencana agama ada tiga. Yaitu ahli fiqh yang durhaka, imam yang zhalim, dan mujtahid yang bodoh (tidak mengerti masalah agama).” (HR. Dailami).


47. Zaman yang penuh fitnah

“Kelak akan terjadi banyak fitnah. Pada zaman tersebut, banyak yang duduk lebih baik dari pada orang yang berdiri, dan orang yang berdiri lebih baik dari pada orang yang berjalan, serta orang yang berjalan lebih baik dari pada orang yang berlari.” (HR. Bukhari dan Muslim).


48. Datangnya masa yang penuh dengan penguasa zalim

Dari Abi Salalah r.a. Ia berkata bahwasanya Rasulullah saw. bersabda, ‘Kelak akan ada para imam yang menguasai rezeki kalian. Mereka bebicara kepada kalian tetapi berdusta, Mereka bekerja tetapi mencaci maki pekerjaan itu. Mereka selalu merasa tidak puas sebelum kalian menganggap baik perbuatan buruk mereka dan membenarkan kedustaan mereka. Maka, berikanlah kepada mereka perkara yang haq selagi mereka rela dengan perkara yang haq itu. Siapa saja yang terbunuh demi mempertahankan perkara yang haq, maka ia mati syahid.” (HR. Thabrani).


49. Munculnya kekacauan dan maraknya pembunuhan

Dari Abu Hurairah r.a. Ia berkata bahwa Rasulullah saw. bersabda,‘Kiamat itu tidak terjadi sampai ilmu dicabut, banyak hura-hura, waktu terasa berdekatan (terasa pendek), munculnya fitnah-fitnah, banyaknya kekacauan yaitu pembunuhan, sehingga banyaknya harta benda padamu, maka harta benda tersebut menjadi berlimpah ruah.’ (HR. Bukhari).


50. Persaingan ekonomi (bisnis) yang dahsyat

‘Sesungguhnya, diantara (tanda-tanda) menjelang (datangnya) kiamat adalah ucapan salam hormat kepada orang tertentu, gila bisnis, memutuskan hubungan kekeluargaan, persaksian palsu, penyembunyian persaksian yang hak, dan terangkatnya pena (tulisan).’


51. Penghormatan hanya untuk orang dikenal

‘Sesungguhnya, diantara tanda-tanda kiamat adalah apabila salam penghormatan itu hanya (diucapkan) kepada sahabat atau orang yang dikenalnya.’ Dalam riwayat yang lain, ‘Ucapan salam seorang lelaki kepada lelaki (lain) tidak dijawab salamnya, kecuali kepada orang yang sudah dikenal atau sahabat.’


52. Banyaknya orang-orang yang benci Islam, kemudian mendapatkan hidayah-Nya

‘Kalian akan menjumpai manusia bagaikan benda-benda logam, yaitu orang-orang yang terpilih di zaman jahiliah, terpilih juga di zaman Islam (apabila mereka masuk Islam). Dan, kalian akan menjumpai sebaik-baik manusia, yaitu orang yang paling benci terhadap Islam (sebelum mereka masuk Islam), setelah masuk islam. Dan, kalian akan menjumpai seburuk-buruk manusia kelak di hari kiamat di sisi Allah, yaitu orang-orang bermuka dua, dan kepada golongan yang lainnya dengan muka yang lain.’ (HR. Bukhari dan Muslim).


53. Kaum muslim meremehkan masjid

‘Sesungguhnya, termasuk tanda-tanda kiamat ketika seorang lelaki melewati (masuk) masjid, namun tidak melaksanakan shalat dua rakaat didalamnya.’ (HR. Ibnu Khuzaimah).


54. Agama tak lebih bernilai dibandingkan harta

Dari Ibnu Umar r.a. Ia berkata bahwasanya Rasulullah saww. bersabda, ‘Sepeninggalku, umatku benar-benar akan diselimuti oleh banyak fitnah yang seakan-akan (seperti) gelapnya malam (dari saking banyaknya). Di zaman itu, seseorang dalam keadaan mukmin di pagi hari, kemudian di sore harinya menjadi kafir. Banyak kaum yang menjual agamanya dengan harta duniawi yang sedikit.’ (HR. Hakim).


55. Perang yang tak terhindarkan

Dari Sa’ad bin Abi Waqqash r.a. Ia berkata bahwasanya Nabi saww. bersabda, ‘Aku meminta tiga perkara kepada Tuhan, tapi dia memberiku hanya dua perkara dan yang satu perkara lagi tidak dikabulkan. Aku meminta kepada Tuhanku hendaknya Dia tidak membinasakan umatku dengan paceklik, maka dia memenuhi permintaanku itu. Aku meminta kepada-Nya untuk tidak membinasakan umatku dengan tenggelam (banjir), maka dia memenuhi permintaanku. Aku meminta kepada-Nya hendaknya dia tidak menjadikan peperangan diantara sesama mereka, namun dia menolak permintaanku itu.’ (HR. Bukhari dan Muslim).


56. Orang menjadi terlena ketika dekat dengan penguasa dan memiliki banyak harta (lupa diri)

Dari Ubaid bin Umair r.a. Ia berkata bahwasanya Nabi saww. bersabda, ‘Tidaklah seseorang semakin dekat kepada penguasa melainkan ia semakin jauh dari Allah swt., dan tidak sekali-kali ia makin bertambah pengikutnya melainkan semakin bertambah pula setannya, serta tidak sekali-kali ia semakin bertambah hartanya melainkan bertambah ketat pula perhitungan (hisab) nya.’ (HR. Ahmad).


57. Munculnya manusia yang menyerupai dajjal

‘Sesungguhnya, Dajjal akan keluar dan ia membawa air dan api. Adapun yang dilihat manusia sebagai air, sebenarnya adalah api yang dapat membakar. Sedangkan yang dilihat manusia sebagai api, sebenarnya adalah air tawar yang sejuk. Karena itu, barang siapa diantara kalian sempat bertemu dengannya, maka hendaklah ia memilih yang terlihat sebagai api, sebab sesungguhnya itu adalah air sejuk yang tawar lagi baik.’ (HR. Bukhari).


58. Munculnya orang mukmin yang tidak lebih mulia dari hewan

Dari Anas r.a. Ia berkata bahwa Rasulullah saww. bersabda, ‘Kelak akan datang suatu zaman atas manusia, disaat itu ada orang mukmin lebih hina dari pada kambingnya.’ (HR. Ibnu Asakir).


59. Pernyataan Rasulullah saw. mengenai umatnya

‘Sebaik-baiknya manusia adalah generasiku (para sahabat radhiyallahu’anhu), kemudian orang-orang sesudah mereka (para tabiin), lalu orang-orang sesudah mereka lagi (tabiit tabiin). Setelah itu, datanglah kaum-kaum yang kesaksian seseorang diantara mereka mendahului sumpahnya, dan sumpahnya mendahului kesaksiannya.’ (HR. Syaikhan).


60. Tiada waktu tanpa dosa

‘Kelak di akhir zaman akan terdapat pasukan-pasukan, mereka di waktu pagi-pagi hari benar telah berada dalam kemurkaan Allah dan di sore hari dalam kemurkaan Allah pula. Karena itu, hati-hatilah, janganlah engkau menjadi teman dekat mereka.” (HR. Thabrani).


61. Kedatangan ulama buruk

Dari Anas r.a. Bahwasanya Rasulullah saw bersabda, ‘Celakalah umatku disebabkan ulama yang buruk.’ (HR. Al-Hakim).


62. Lenyapnya pengetahuan agama dan pengamalannya

‘Celakalah orang-orang yang tidak memiliki pengetahuan tentang agama, dan celaka pulalah orang yang mengetahui tetapi tidak mengamalkannya.’ (HR. Abu Nu’aim).


63. Kelebihan dapat menentramkan hidup seseorang

Dari Imran r.a. Ia berkata bahwasanya Nabi saw. bersabda, ‘Setiap manusia dimudahkan menurut bakatnya masing-masing.’ (HR. Bukhari dan Muslim).


64. Suatu masa yang dipenuhi oleh orang-orang yang sibuk dengan urusan orang lain

Dari Abu Hurairah r.a. Nabi saw. bersabda, ‘Seseorang di antara kalian melihat kotoran yang terdapat pada mata saudaranya, tetapi ia lupa akan kotoran yang terdapat pada matanya sendiri.” (HR. Abu Nu’aim).


65. Perbuatan suatu kaum yang tidak sesuai dengan perkataanya

Dari Abu Said al-Khudry dan Anas bin Malik r.a. Rasulullah saw. bersabda, ‘Akan terjadi di tengah umatku perselisihan dan perpecahan; yaitu kaum yang mereka itu indah dalam berbicara dan buruk dalam beramal. Mereka membaca al-Qur’an, tidak melewati kerongkongannya, mereka keluar dari Islam seperti keluarnya panah dari busurnya, tidak lagi kembali ke tempat semula. Mereka adalah sejahat-jahat makhluk. Berbahagialah siapa yang memerangi mereka atau yang diperangi. Kaum tersebut menyeru pada kitab Allah swt., padahal mereka sama sekali bukan bagian darinya. Barang siapa yang memerangi mereka, maka Allah swt. berhak menolongnya memerangi (kaum tersebut). Para sahabat bertanya, ‘Saww, apa tanda-tanda mereka?’ Rasulullah saww. menjawab, ‘Kepalanya botak.’ (HR. Abu Dawud dan Ahmad).


66. Datangnya suatu kaum yang mengada-ngada dalam urusan agama (bid’ah)

Dari Abu Hurairah r.a. Ia berkata bahwasanya Rasulullah saw. bersabda: ‘Akan muncul di akhir umat ini, manusia-manusia yang menyampaikan pada kalian sesuatu yang kalian serta bapak-bapak kalian belum pernah mendengarnya (sesuatu yang baru dalam perkara Islam). karena itu, berhati-hati dan hindarilah mereka.’ (HR. Bukhari dan Muslim).


67. Munculnya manusia yang lebih cinta dunia dan panjang angan-angan

Dari Abu Hurairah r.a. Ia berkata bahwasanya Rasulullah saw. bersabda, ‘Hati orang tua senantiasa muda dalam dua perkara : cinta dunia dan panjang angan-angan.’ (HR. Bukhari).


68. Datangnya kaum yang lebih jahat dari kaum sebelumnya

Dari Anas bin Malik r.a. Ia berkata bahwasanya Rasulullah saw. bersabda,‘Tidaklah datang suatu zaman pada kalian, kecuali orang-orang pada zaman tersebut lebih jahat dari orang-orang yang ada pada zaman sebelum kalian’


89. Hilangnya rasa malu kepada Allah swt.

Dari Abdullah bin Mas’ud r.a. Ia berkata bahwa Rasulullah saw. bersabda, ‘Malulah kalian dengan sebenar-benar malu.’ Kami berkata, ’Ya Rasulullah, kami punya malu. Alhamdulillah.’ Rasulullah sawb. bersabda, “Bukan itu, akan tetapi malu kepada Allah swt. dengan sebenar-benarnya malu. Yaitu kamu pelihara kepalamu dan apa yang menjadi isinya; kamu pelihara perutmu dan apa yang di dalamnya; ingatlah olehmu kematian dan kemusnahan; dan barang siapa yang menginginkan akhirat, maka ia tinggalkan perhiasan dunia. dan, barang siapa yang melakukan itu, maka ia sungguh telah malu kepada Allah swt. dengan sebenar-benarnya malu.’ (HR. Tirmidzi).


90. Dunia tidak akan terlepas dari ujian dan cobaan

Dari Abi ‘Abdi Robb r.a. Rasulullah saw. bersabda, ‘Tidak tersisa dari dunia ini kecuali cobaan dan ujian.’ (HR.Ibnu Hibban).


91. Dua perkara yang ditakuti banyak orang

Dari Mahmud bin Labid r.a. Ia berkata bahwasanya Nabi Muhammad saww. telah bersabda, ‘Dua perkara yang sangat dibenci manusia: kematian, padahal ia lebih baik bagi mukmin dari pada ujian, dan sedikitnya harta, padahal ia menyebabkan sedikit hisab.’ (HR. Ahmad).


92. Tanda-tanda munculnya kesemrawutan umat

Dari Hudzaifah bin al-Yaman r.a. berkata, ‘Orang-orang bertanya kepada Rasulullah saww. tentang kebaikan, sedangkan aku bertanya tentang kejahatan, karena takut hal itu menimpaku.’ Maka aku katakan, ‘Wahai Rasulullah saww. sesungguhnya dulu kita berada dalam kejahiliahan (kebodohan) dan kejahatan. Lalu, Allah swt. mendatangkan pada kami kebaikan kebaikan (Islam) ini, maka apakah setelah kebaikan ini akan datang kejahatan?’ Beliau menjawab, ‘Ya.’ Aku bertanya lagi, ‘Apakah setelah kejahatan itu akan muncul lagi kebaikan?’ Beliau menjawab, ‘Ya, tetapi di dalamnya terdapat noda.’ Aku bertanya lagi, ‘Noda apakah itu?’ Beliau menjawab, ‘Yaitu suatu kaum yang berpedoman bukan dengan pedomanku. Kamu tahu dari mereka dan kamu ingkari.’ Aku bertanya lagi, ‘Lalu, apakah setelah kebaikan itu akan muncul lagi kejahatan?’ Beliau menjawab, ‘Ya, yaitu para da’i (penyeru) kepada pintu-pintu jahannam. maka, barang siapa yang memenuhi panggilan mereka, niscaya mereka akan dicampak-kan ke dalam neraka jahannam itu.’ Aku bertanya lagi, ‘Wahai Rasulullah saww, gambarkanlah kepada kami tentang mereka.’ Lalu, beliau menjawab, ‘Mereka adalah dari kalangan kita. Berkata dengan bahasa kita.’ Aku bertanya, ‘Apa yang engkau perintahkan padaku jika hal itu menimpaku?’ Beliau menjawab, ‘Berpegang teguhlah dengan jamaah muslimin, dan imam mereka (kelompok yang berpegang teguh dengan al-Haq).’ Aku bertanya, ‘Jika mereka tidak punya jama’ah dan tidak punya imam?’ Beliau menjawab, ‘Maka tinggalkan semua golongan itu, walaupun kamu harus menggigit akar pohon sampai kamu mati, sedangkan kamu berada dalam keadaan demikian.’ (HR. Bukhari).


93. Bila akhirat menjadi tujuan utama, urusan dunia pun menyertainya

‘Dan, barang siapa menjadikan akhirat keinginan (utamanya), niscaya Allah kumpulkan baginya urusan hidupnya dan dijadikan kekayaan didalam hatinya dan didatangkan kepadanya dunia bagaimanapun keadaanya (dengan tunduk).’(HR. Ibnu Majah).


94. Berlomba-lomba meninggikan bangunan

Dari Abu Hurairah r.a. ‘Tidak akan datang hari kiamat….hingga manusia berlomba-lomba meninggikan bangunan’ (HR. Bukhari)


95. Munculnya Imam Mahdi

Dari Abdullah bin Mas’ud r.a. Rasulullah saw. bersabda, ‘Dunia tidak akan hilang (kiamat) sehingga bangsa Arab akan dikuasai oleh seorang lelaki dari keluargaku (ahlul baitku-keturunanku) yang namanya sama dengan namaku.’ (HR. Tirmizi) (pen: Imam Mahdi namanya sama dengan nabi Muhammad, Muhammad al-Mahdi)


98. Sepuluh tanda-tanda kiamat yang besar

Dari Huzaifah bin Asid Al-Ghifari ra. Datang kepada kami Rasulullah saw. dan kami pada waktu itu sedang berbincang-bincang. Lalu beliau bersabda: ‘Apa yang kamu perbincangkan?’ Kami menjawab, ‘Kami sedang berbincang tentang hari kiamat.’ Lalu Nabi saww. bersabda, ‘Tidak akan terjadi hari qiamat sehingga kamu melihat sebelumnya sepuluh macam tanda-tandanya.’ Kemudian beliau menyebutkannya, ‘Asap, Dajjal, binatang melata, terbit matahari dari tempat tenggelamnya, turunnya Isa bin Maryam a.s., Ya’juj dan Ma’juj, tiga kali gempa bumi, sekali di timur, sekali di barat dan yang ketiga di Semenanjung Arab, yang paling akhir adalah api yang keluar dari arah negeri Yaman yang akan menghalau manusia menuju Padang Mahsyar mereka.’ (HR. Muslim)

Keterangan :

Sepuluh tanda-tanda qiamat yang disebutkan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam dalam Hadits ini adalah tanda-tanda qiamat yang besar yang akan terjadi ketika hampir tibanya hari qiamat. Sepuluh tanda itu ialah :

1. Dukhan (asap) yang akan keluar dan mengakibatkan penyakit seperti selesma di kalangan orang-orang yang beriman dan akan mematikan orang kafir.

2. Dajjal yang akan membawa fitnah besar yang akan menguji keimanan, sehingga banyak orang yang akan tertipu dengan seruannya.

3. Binatang besar yang keluar dekat gunung Shafa di Makkah yang akan berbicara, manusia sudah tidak mau lagi beriman kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.

4. Matahari akan terbit dari tempat tenggelamnya (barat). Maka waktu itu Allah Subhanahu wa Ta’ala tidak lagi menerima iman orang kafir dan tidak menerima taubat dari orang yang berdosa.

5. Turunnya Nabi Isa Alaihissalam ke permukaan bumi ini.
Beliau akan mendukung pemerintahan Imam Mahdi yang sedang berkuasa pada waktu itu dan beliau akan mematahkan segala salib yang dibuat oleh orang-orang    Nashrani dan beliau juga yang akan membunuh Dajjal.

6. Keluarnya bangsa Yajuj dan Ma'juj yang akan membuat kerusakan di permukaan bumi ini, yaitu apabila mereka berhasil menghancurkan dinding yang dibuat dari besi bercampur tembaga yang telah didirikan oleh Zul Qarnain bersama pengikut-pengikutnya pada zaman dahulu.

7. Gempa bumi di Timur.

8. Gempa bumi di Barat.

9. Gempa bumi di Semenanjung Arab.

10. Api besar yang akan menghalau manusia menuju ke Padang Mahsyar. Api itu akan bermula dari arah negeri Yaman.

Menurut pendapat Imam Ibnu Hajar al-Asqalani di dalam kitab Fathul Bari beliau mengatakan:

"Apa yang dapat dirajihkan (pendapat yang terpilih) dari kumpulan Hadits-Hadits Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam keluarnya Dajjal adalah yang mendahului segala tanda-tanda besar yang mengakibatkan perubahan besar yang berlaku di permukaan bumi ini. Keadaan itu akan diakhiri dengan kematian Nabi Isa Alaihissalam (setelah beliau turun dari langit). Kemudian terbitnya matahari dari tempat tenggelamnya adalah permulaan tanda-tanda qiamat yang besar yang akan merusakkan sistem alam cakrawala, kejadian ini akan diakhiri dengan terjadinya peristiwa qiamat yang dahsyat itu. Barangkali keluarnya binatang yang disebutkan itu adalah terjadi di hari yang matahari pada waktu itu terbit dari tempat tenggelamnya."

Pesan buat kita :

Setelah kita membaca hadits-hadits Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam yg menggambarkan kepada kita peristiwa-peristiwa akhir zaman, dapatlah kita mengambil beberapa kesimpulan, yaitu:

1. Hendaklah kita senantiasa bermuhasabah (membuat perhitungan diri) dan membuat penelitian terhadap diri kita masing-masing untuk meningkatkan amalan yang sudah ada dan menjauhkan segala perkara-perkara yang tidak baik. Kita hendaklah menjauhkan diri dari golongan sesat yang sifat-sifatnya telah diterangkan oleh Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam di dalam hadits-hadits yang telah kita sebutkan.

2. Hendaklah kita berpegang teguh kepada aqidah Ahlus Sunnah wal Jamaah, aqidah yang telah menjadi pegangan para sahabat, tabi'in dan para ulama, baik salaf maupun khalaf yang datang silih berganti dari zaman ke zaman karena golongan ini saja yang akan selamat dan akan memasuki sorga. Golongan yang lain dari mereka akan menjadi penghuni Neraka.

3. Hendaklah kita berusaha mencari ilmu pengetahuan agama, terutama ilmu-ilmu yang di istilahkan oleh para ulama' sebagai "Ilmu Fardhu 'Ain" kemudian disusul dengan "Ilmu Fardhu Kifayah". Setiap hari, kita sediakan waktu khusus untuk belajar ilmu syariat, terutama dari ulama shaleh yang mewarisi tugas para Anbiya Alaihimussalam. Cari dan tuntutlah ilmu sebelum diangkat (dihilangkan) oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala dari permukaan bumi.

4. Hendaklah kita berusaha membersihkan hati dari sifat-sifat kotor dan senantiasa bermujahadah untuk menghilangkan sifat-sifat tercela seperti "hubbud Dunia" (cinta kepada dunia) dan "takut mati" yang menjadi sebab segala kelemahan kaum Muslimin dan sebab kemenangan musuh terhadap kita. Untuk tujuan ini kita hendaklah mempelajari dan mendalami Ilmu Akhlak (Ilmu Tasauf) serta menghayatinya di dalam kehidupan kita.

5. Hendaklah kita berhati-hati di dalam mencari nafkah kehidupan supaya kita terhindar dari sumber-sumber yang tidak diridhai Allah Subhanahu wa Ta’ala. Hendaklah kita menjauhkan diri dari harta-harta yang haram dan jangan melakukan kezaliman apapun terhadap hak milik orang lain karena tubuh yang tumbuh dari makanan yang haram pasti akan dibakar api neraka.

6. Hendaklah kita memperhatikan masalah pendidikan keluarga, anak isteri dan famili kita. Dan hendaklah kita memberikan waktu untuk mentarbiyah (mendidik) mereka dan berusaha supaya mereka dapat mengikuti ajaran yang telah diberikan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Jika kita tidak berbuat demikian, besar kemungkinan kita akan menjadi binasa dan terjerumus ke dalam jurang kemaksiatan, yaitu apabila kita terpaksa memperturutkan kemauan mereka yang tidak jarang berlawanan dengan kehendak agama.

7. Hendaklah kita memberikan waktu yang cukup setiap hari untuk membaca Al-Qur'anul Karim. Bacalah Al-Qur'an sebelum diangkat dari permukaan bumi. Hendaklah kita membacanya dengan baik, serta berusaha memahami kandungannya. Ia adalah teman kita di malam yang sunyi dan wirid yang dibaca ketika manusia sedang sibuk dengan berbagai urusan di waktu sore dan di waktu mereka nyenyak tidur di tengah malam.

8. Hendaklah kita memberikan sebagian dari rezeki yang dikaruniakan Allah Subhanahu wa Ta’ala kepada kita untuk diberikan kepada keluarga kita yang memerlukannya dan orang lain yang kurang berkemampuan, karena sedekah itu adalah sebagian dari bekal kita menjalani negeri akhirat yang sangat jauh dan sulit itu. Semoga apa yang kita korbankan itu akan menjadi hitungan dalam suratan kebaikan di akhirat kelak.

9. Hendaklah kita memahami Islam ini dengan bentuknya yang "Syumul" yang melengkapi seluruh aspek kehidupan. Dengan itu kita hendaklah mengikuti dan melaksanakan ajaran Islam di dalam semua lapangan kehidupan. Islam ketika berada di masjid, Islam ketika berada di tengah masyarakat, Islam ketika benegara dan Islam di dalam semua lapangan kehidupan.

10. Yang terakhir, hendaklah kita·hidup untuk agama yang kita cintai ini. Kita menjadikan Islam sebagai pilihan dan berjuang untuk menyiarkannya. Kita hendaklah memberi pengorbanan sewajarnya untuk Islam di samping berusaha·dengan gigih memperjuangkan nya. Kita hendaklah juga berhati-hati terhadap apa yang direncanakan oleh musuh-musuh Islam, apakah dari golongan Yahudi atau pun dari golongan Nashrani dan dari golongan yang lain-lain. Dengan itu kita akan dapat memelihara diri dari perangkap yang mereka pasang untuk menghancurkan umat Islam. Inilah sepuluh intisari yang dapat saya tuliskan di sini yang merupakan sebagian dari mutiara-mutiara yang terkandung di dalam hadits-hadits yang telah kita sebutkan. Mudah-mudahan kita mendapat keberkatan darinya dan semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala senantiasa melimpahkan kepada kita, rahmat-Nya dan ampunan-Nya bagi segala dosa dan kesalahan. 

Ya allah...semoga kita semua dimudahkan dalam mencari Kebun  HIKMAH  yaitu arti IKHLAS, arti SABAR, arti MENCINTAI, arti MEMAAFKAN, arti TAWAKAL dan arti ADA DAN TIADA KECUALI ILLAH dalam mencari redha Illahi pemilik napas panjang kami ketika kita pulang, bukankah tak ada yang abadi dibumi ini, bahagia tak abadi, deritapun tak abadi dan mudahkan ketika "s a k a r a t u l-m a u t"  menjemput.
 
Aamiin ya robal alamiin